PALEMBANG – Upaya memperkuat keamanan hingga tingkat lingkungan terkecil terus dilakukan Polda Sumatera Selatan. Sebanyak 1.700 Ketua Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) dari seluruh kabupaten dan kota di Sumsel mengikuti Pelatihan Satkamling Tahun 2026 yang dibuka langsung Kapolda Sumsel Irjen. Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum, di Auditorium Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Rabu (10/6/2026).
Mengusung tema “Revitalisasi Satkamling sebagai Garda Terdepan Deteksi Dini dan Respon Cepat Kamtibmas Berbasis Teknologi dan Partisipasi Masyarakat”, kegiatan ini menjadi langkah strategis Polda Sumsel dalam memperkuat sistem keamanan lingkungan melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan aparat keamanan.
Sebanyak 100 Ketua Satkamling mengikuti pelatihan secara langsung di Mapolda Sumsel, sementara 1.600 peserta lainnya terhubung secara virtual dari Polres jajaran se-Sumatera Selatan.
Dalam sambutannya, Kapolda Sumsel menegaskan bahwa kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat yang terjaga di Sumatera Selatan saat ini tidak terlepas dari kontribusi masyarakat yang aktif menjaga lingkungannya masing-masing.
“Kalau Sumatera Selatan aman, berarti kabupaten dan kotanya aman. Kalau kabupaten dan kota aman, berarti Polres dan Polsek bekerja. Dan di balik semua itu ada peran Satkamling serta masyarakat yang terus menjaga lingkungannya,” ujar Kapolda Sumsel.
Menurut Kapolda, keamanan bukan hanya tugas Polri semata, melainkan kebutuhan dan tanggung jawab bersama. Karena itu, keberadaan Satkamling menjadi bagian penting dalam sistem deteksi dini berbagai potensi gangguan kamtibmas sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Pelatihan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang, di antaranya Ketua Senat Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya Prof. Dr. Mohammad Ihsan, S.H., M.H., Kepala Kesbangpol Provinsi Sumsel Dr. Andi Haryadi, S.T., M.Si., Sekretaris Dinas Kominfo Provinsi Sumsel Drs. Deswan Ahsani, S.STP., M.Si., serta Dirbinmas Polda Sumsel Kombes Pol. Hari Purnomo, S.H., S.I.K., M.H., M.Han.
Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai optimalisasi peran Satkamling dalam pencegahan kejahatan, kebijakan pemerintah daerah terkait pengamanan lingkungan, pemanfaatan CCTV sebagai sarana partisipasi digital masyarakat, hingga strategi deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.
Kapolda Sumsel juga mendorong pengurus Satkamling untuk memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu menjaga keamanan lingkungan, termasuk penggunaan CCTV dan layanan Call Center 110 yang dapat diakses masyarakat selama 24 jam tanpa biaya.
“CCTV membantu pengawasan dan pembuktian, sementara Call Center 110 menjadi jalur cepat bagi masyarakat untuk melaporkan setiap potensi gangguan keamanan. Teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkuat keamanan lingkungan,” tegasnya.
Meski demikian, Kapolda mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh menghilangkan nilai-nilai sosial yang selama ini menjadi kekuatan bangsa Indonesia.
Menurutnya, budaya gotong royong, kepedulian terhadap sesama, serta komunikasi langsung antarwarga tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga keamanan lingkungan.
Kapolda juga mengajak seluruh Ketua Satkamling untuk terus mengaktifkan ronda malam, melakukan pendataan terhadap pendatang baru secara humanis, meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman narkoba, radikalisme, dan tindak kriminalitas, serta memperkuat koordinasi dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa, RT, RW, dan perangkat desa.
Program revitalisasi Satkamling ini juga sejalan dengan semangat program Kapolda Sumsel “Sudahkah Anda Berbuat Baik Hari Ini”, yang mendorong seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial dan berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan masing-masing.
Sementara itu, Dirbinmas Polda Sumsel Kombes Pol. Hari Purnomo, S.H., S.I.K., M.H., M.Han., menjelaskan bahwa revitalisasi Satkamling diarahkan untuk membangun sistem keamanan lingkungan yang lebih modern, responsif, dan terintegrasi dengan perkembangan teknologi informasi.
Melalui pelatihan ini, para Ketua Satkamling diharapkan mampu menjadi pelopor deteksi dini gangguan kamtibmas, mempercepat pelaporan kejadian melalui layanan kepolisian, serta memperkuat kemitraan antara masyarakat dan Polri.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa penguatan Satkamling merupakan investasi sosial yang sangat penting dalam menjaga stabilitas daerah dan meningkatkan kualitas keamanan masyarakat.
“Keamanan yang kuat tidak lahir dari banyaknya personel semata, tetapi dari tumbuhnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya. Ketika warga aktif menjaga lingkungan, memanfaatkan teknologi secara bijak, dan berkolaborasi dengan aparat keamanan, maka keamanan akan menjadi budaya bersama. Inilah semangat yang terus dibangun Polda Sumsel,” ujar Kombes Pol. Nandang.
Pelatihan Satkamling Tahun 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat sistem keamanan berbasis partisipasi masyarakat di Bumi Sriwijaya. Dari pos ronda di tingkat RT hingga pemanfaatan teknologi digital, Polda Sumsel terus mendorong lahirnya sistem keamanan yang modern namun tetap berakar pada nilai gotong royong, sehingga stabilitas keamanan dapat terus terjaga dan mendukung pembangunan daerah serta program strategis nasional menuju Indonesia Emas 2045.




